Uniku Luncurkan SIRUPI, Aplikasi AI Pengenal Uang untuk Berdayakan Siswa SLBN Taruna Mandiri

UNIKU JAYA – Universitas Kuningan (Uniku) melalui program Pemberdayaan Kemitraan Masyarakat (PKM) memperkenalkan aplikasi Sistem Identifikasi Rupiah Inklusif (SIRUPI), sebuah aplikasi berbasis kecerdasan buatan (AI) yang mampu mengidentifikasi nominal uang kertas Rupiah secara otomatis melalui kamera ponsel. Aplikasi ini disosialisasikan kepada para guru Sekolah Luar Biasa Negeri (SLBN) Taruna Mandiri, Kabupaten Kuningan, Selasa (18/8/2026), sebagai bagian dari upaya memperkuat literasi keuangan dan kemandirian ekonomi siswa penyandang disabilitas.

Kegiatan yang berlangsung di Aula SLBN Taruna Mandiri itu diawali dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya, dilanjutkan sambutan Kepala SLBN Taruna Mandiri, Kokoy Kurnaeti, S.Pd., M.Pd. Sambutan berikutnya disampaikan oleh Kepala Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Universitas Kuningan, Dr. Ilham Adhiya, S.Hut., M.Si. Acara inti berupa presentasi penjelasan sekaligus pelatihan penggunaan aplikasi SIRUPI yang dipandu langsung oleh Ketua Tim Pengabdi Uniku, Tito Sugiharto, S.Kom., M.Eng., didampingi dua anggota tim, yakni Heri Herwanto, M.Pd. dan Dr. Iqbal Arraniri, M.M., di hadapan para guru SLBN Taruna Mandiri.

Dalam sambutannya, Kokoy Kurnaeti menyampaikan apresiasi atas kehadiran teknologi asistif berbasis AI tersebut. “Selama ini media ajar literasi keuangan di sekolah kami masih sangat mengandalkan cara manual, sementara fitur taktil pada uang kertas yang kami gunakan sudah banyak yang aus. Kami berharap kehadiran SIRUPI bisa menjadi solusi nyata bagi anak-anak kami untuk belajar mengenal uang secara mandiri,” ujarnya.

Senada dengan itu, Dr. Ilham Adhiya menegaskan komitmen Uniku dalam menghilirkan hasil riset teknologi bagi kelompok rentan. “Program pengabdian ini menjadi bukti bahwa riset kecerdasan buatan yang dikembangkan di kampus dapat langsung menyentuh kebutuhan masyarakat, termasuk anak-anak berkebutuhan khusus. Kami berharap kerja sama dengan SLBN Taruna Mandiri dapat terus berlanjut,” katanya.

Berdasarkan paparan tim pengabdi, Tim menemukan tiga persoalan utama di sekolah tersebut: media ajar literasi uang yang masih manual dan mengandalkan fitur taktil uang yang sudah aus, perlu ditingkatkannya penggunaan teknologi asistif berbasis AI dalam proses pembelaajran, serta masih kurangnya media ajar berbasis Teknologi AI. Siswa-siswa disebut masih bergantung pada pendamping saat bertransaksi dan rentan mengalami kesalahan hitung maupun penipuan di ruang publik.

SIRUPI bekerja dengan memanfaatkan teknologi computer vision dan model deep learning MobileNet berbasis TensorFlow Lite yang berjalan langsung di kamera ponsel Android tanpa memerlukan alat tambahan. Pengguna cukup mengarahkan kamera ke uang kertas, dan sistem akan mengenali nominalnya secara otomatis dengan target akurasi di atas 90 persen serta waktu respons kurang dari satu detik. Hasil deteksi ditampilkan secara multimodal, yaitu keluaran suara untuk siswa tunanetra dan teks berkontras tinggi untuk siswa tunarungu maupun tunagrahita. Selain fitur pemindaian uang, aplikasi ini juga dilengkapi menu belajar mengenal nominal uang serta kuis berhitung sebagai media pembelajaran interaktif.

Program PKM ini dirancang berlangsung selama delapan bulan dengan lima tahapan, mulai dari sosialisasi, pelatihan guru (Training of Trainer), penerapan dan uji coba aplikasi di kelas, pendampingan dan simulasi transaksi nyata, hingga keberlanjutan program melalui institusionalisasi ke kurikulum vokasional “Bina Diri”.

Program ini juga diklaim sejalan dengan sejumlah tujuan pembangunan berkelanjutan (SDGs), yakni pendidikan berkualitas (SDG 4), pekerjaan layak dan pertumbuhan ekonomi (SDG 8), serta pengurangan kesenjangan (SDG 10).  Kegiatan yang disambut antusias oleh para guru itu turut melibatkan sejumlah mahasiswa dan tim Universitas Kuningan sebagai fasilitator dan pendokumentasi kegiatan. Tim pengabdi menyatakan akan terus mendampingi SLBN Taruna Mandiri hingga aplikasi SIRUPI benar-benar terintegrasi dalam proses belajar-mengajar di sekolah tersebut.

Bagikan berita ini :

Berita Terbaru

Informasi Terbaru

Agenda Terbaru