Waspada Investasi, OJK Gelar Seminar Nasional di Uniku


Waspada Investasi, OJK Gelar Seminar Nasional di Uniku

UNIKU JAYA – Sebanyak 150 orang peserta yang terdiri dari berbagai elemen seperti dari mahasiswa, instansi, perbankan dan masyarakat mengikuti kegiatan seminar nasional yang bertemakan “Mendorong Inklusi Keuangan Melalui Edukasi Waspada Investasi” di Gedung Student Center Iman Hidayat Kampus I Universitas Kuningan (Uniku), Kamis (20/07/2017).

Kegiatan yang menghadirkan tujuh (7) orang narasumber tersebut, dibuka secara resmi oleh Bupati Kuningan yang diwakili oleh Kabag Keuangan Setda Uka Sukari, SE. Seminar nasional tersebut, merupakan hasil kerjasama antara pihak Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Cirebon dengan Mercy Corps Indonesia – Citibank dan Universitas Kuningan (Uniku).

Rektor Universitas Kuningan (Uniku) Dr. Dikdik Harjadi, SE., M.Si., mengatakan, pihaknya sangat mengapresiasi dan menyampaikan penghargaan yang setinggi-tingginya kepada jajaran panitia yang sudah mempersiapkan dengan matang kegiatan seminar nasional yang bertemakan “Mendorong Inklusi Keuangan Melalui Edukasi Waspada Investasi” di Kampus Universitas Kuningan (Uniku).

“Ya, terimakasih kepada pihak OJK, Mercy Corps Indonesia dan Citibank atas kepercayaan kepada Uniku untuk menggelar kegiatan seminar nasional terkait edukasi waspada investasi di kampus kami,” tuturnya.

Dikdik berpesan, dengan diselenggarakannya kegiatan seminar nasional tersebut, diharapkan para peserta yang terdiri dari berbagai elemen masyarakat itu, bisa lebih mewaspadai terkait hal berivestasi.

“Jangan mudah tergiur oleh untung yang besar dan tidak masuk akal. Tetapi, cek dulu legal dan berizin apa tidaknya ? serta terdaftar apa tidak? Intinya harus lebih selektif dan lebih berhati-hati,” pesannya.

Sedangkan, Kepala Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Cirebon Muhamad Lufti, mengatakan, merupakan sebuah kebanggaan bagi kami untuk dapat berkunjung ke Universitas Kuningan (Uniku) dan bertatap muka dengan Bapak Ibu sekalian, sesuai tugas kami yang tercantum pada Undang-Undang No 21 Tahun 2011 yaitu melindungi kepentingan konsumen dan masyarakat melalui pemberian edukasi dan literasi keuangan.

“Edukasi dan literasi keuangan memiliki porsi penting pada pembangunan ekonomi karena pembangunan ekonomi tidak melulu bicara tentang pembangunan sarana fisik, tetapi juga bagaimana membangun kemampuan berpikir manusia Indonesia. Salah satunya adalah kemampuan mengelola keuangan masyarakat dengan lebih baik. Oleh karena itulah, upaya edukasi terus menerus yang dilakukan oleh Otoritas Jasa Keuangan bersama dengan Industri Jasa Keuangan diharapkan dapat membentuk masyarakat Indonesia yang well literate mengenai pengelolaan keuangan, yaitu masyarakat yang memiliki pengetahuan mengenai produk dan jasa keuangan, keterampilan untuk menilai manfaat dan risiko produk keuangan; dan keyakinan terhadap produk maupun lembaga keuangan formal,” ujarnya.

Keyakinan inilah yang menjadi modal utama untuk menciptakan kondisi keuangan inklusif di masyarakat. Sesuai dengan Peraturan Presiden Nomor 82 Tahun 2016, Keuangan inklusif didefiniskan sebagai kondisi ketika masyarakat memiliki akses terhadap layanan keuangan formal secara tepat waktu, lancar, dan aman sesuai kebutuhan dan kemampuan.

“Keuangan inklusif sejatinya dapat menciptakan masyarakat yang sejahtera, namun sayangnya berdasarkan survey Global Findex yang dilakukan World Bank pada 2014, tingkat inklusi Indonesia masih berada pada angka 36,1%. Masih jauh tertinggal dari Negara tetangga seperti Thailand (78%), Malaysia (81%) dan Singapura (96%). Tingkat inklusi inilah yang berupaya di tingkatkan oleh Pemerintah. Melalui Perpres No 82 Tahun 2016 tentang Strategi Nasional Keuangan Inklusif, Pemerintah menargetkan tingkat inklusi meningkat menjadi 75% pada tahun 2019. Misi ini menjadi tugas bersama seluruh pihak. Baik Pemerintah, Regulator Keuangan, Akademisi, Masyarakat, dan tidak terkecuali pihak swasta seperti yang dilakukan oleh Mercy Corps Indonesia. Dengan program feed mobile-nya Mercy Corps Indonesia bekerjasama dengan Citi Bank telah berkontribusi terhadap masyarakat untuk dapat membangun pola keuangan yang lebih aman dan bijak melalui pelatihan dan pendampingan kepada 7.500 penerima manfaat di Indramayu,” jelasnya.

Sementara itu, Bupati Kuningan yang diwakili oleh Kabag Keuangan Setda Kabupaten Kuningan Uka Sukari, SE., mengatakan, pihaknya atas nama Pemerintah Kabupaten Kuningan sangat mengapresiasi kepada pihak OJK yang sudah menyelenggarakan kegiatan seminar nasional mengenai inklusi keuangan melalui edukasi waspada investasi di Kampus Universitas Kuningan.

“Kegiatan seminar nasional seperti ini dinilai sangat penting sekali dan akan banyak memberikan manfaat untuk kita semua. Oleh karena itu, manfaatkanlah sebaik-baiknya materi terkait Mendorong Inklusi Keuangan Melalui Edukasi Waspada Investasi yang akan disampaikan oleh para pemateri tersebut,” tuturnya.

Selain itu, Uka berharap, dengan diselenggarakannya kegiatan seminar nasional tersebut, diharapkan seluruh peserta mengikuti kegiatan ini dengan baik. Karena, seminar nasional ini sangat bermanfaat untuk menghindari investasi bodong.

“Semoga, kegiatan ini bisa bermanfaat sehingga kita bisa menghindari investasi-investasi bodong,” harapnya.

Hadir dalam kesempatan tersebut, Bupati Kuningan yang diwakili oleh Kabag Keuangan Setda Uka Sukari, SE., Kepala Pimpinan OJK Cirebon Muhamad Lufti, Deputi Direktur Kebijakan dan Dukungan Penyidikan OJK Akta Bahar, Perwakilan dari Citibank Ananta Wisesa, Perwakilan dari Mercy Corps Mino Rinaditya Putera, Akademisi Unpad Dr. Sulaeman Rahman, SE., Perwakilan dari Polres Cirebon Kota Iptu Imanmudin, Perwakilan dari TNI, Kepala Dinas Koperasi dan UMKM Kuningan Ir. Bunbun Budhiyasa, Rektor Universitas Kuningan Dr. Dikdik Harjadi, SE., M.Si., beserta jajarannya, Perwakilan PT. Al Zamzami Ahmad Zamzami, Ketua Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Universitas Kuningan Indra Adila Pratama, Ketua BEM Fakultas Ekonomi (FE) Dani Ahmad Darojat dan tamu undangan lainnya.