Tiket Sold Out, Teater Lintas Ruang Sukses Pentaskan Dalam Ruang Terbatas


Tiket Sold Out, Teater Lintas Ruang Sukses Pentaskan Dalam Ruang Terbatas

UNIKU JAYA - Teater Lintas Ruang Program Studi (Prodi) Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia (PBSI) Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Kuningan (Uniku) sukses pentaskan “ Dalam Ruang Terbatas ” di Gedung Kesenian Raksawacana Kuningan hari Kamis kemarin. Meskipun dipentaskan hanya dalam satu (1) hari, tetapi animo apresiator sangat tinggi dan bangku penonton di gedung kesenian kuninganpun penuh dan padat, dengan kapasitas gedung 400 penonton.

“Alhamdulillah ketika kita buka penjualan tiket dimulai pada hari Minggu 15 Juli 2017 – 20 Juli 2017 tiket habis terjual, pementasan dengan durasi 1 jam 30 menit tersebut, alhamdulillah dapat menarik perhatian dan animo masyarakat. Bahkan ada yang dari luar kotapun datang jauh- jauh untuk menonton pementasan tersebut,” ujar Aditya Toharudin selaku asisten sutradara ketika dihubungi via telepon, Sabtu (22/07/2017).

Pementasan yang mengusung tema “Hybird We Move And Coloring “ tersebut, dapat membawa hanyut penonton terhadap jalannya pementasan.

“Dalam pementasan kali ini, saya dan bang Raka selaku asisten sutradara dan sutradara mengusung atau mencoba menghadirkan hal- hal baru. Dalam pementasan tersebut kami memadukan antara tari, musik, akting dan physicaltheater lebih dari itu kami menggunakan blocking karikatural dalam mementaskan naskah drama tersebut,” jelasnya.

Menurut Ipung Selaku Aktor Teater, yang menonton pementasan tersebut mengatakan, bahwa, Teater Lintas Ruang telah menujukan keseriusannya dalam berproses.

“Meski teater baru, yang terbentuk dari ujian mata kuliah drama, tapi keartistikan garapan dipertimbangakan dengan matang. Beberapa eksperimen pemanggunganpun dimunculkan demi menutupi beberapa celah kekurangan untuk menutupi dalam hal pemeranan. Teater lintas ruang telah berani mengeluarkan bakat- bakat terpendam menjadi sebuah garapan pemanggungan,” tuturnya.

Selain itu, penulis novel Sebuah Wilayah Yang Tidak Ada DI Google Earth Pandu Hamzah, mengatakan, kepada Ayu salah satu anggota kami dalam pesan singkatnya, Pementasan yang disuguhkan sangat apik.

“Ya, pementasannya sangat apik sekali,” ujarnya.

Lebih dari itu, Kang Zeze Guru salah satu penerima penghargaan MOP Dunia di Arab Saudi, mengatakan, bahwa, pementasan yang dilakukan benar- benar total, detail dan matang serta warna baru bagi pertunjukan teater di Kuningan.

“Saya meyakini akan terjadi kebangkitan dunia teater di kuningan. Dan melahirkan seniman- seniman Indonesia yang totalitas dalam berkarya. Semoga seni teater semakin digemari di kuningan, dan bisa bersinergi dengan kegitan literasi yang saat ini sedang digalakan oleh pemerintah. Dalam hal apapun, jangan takut untuk otodidak dan jadilah generasi “amatir” yang akan terus belajar dan berkarya serta sudah saatnya generasi muda harus memulai membuka pikiran terhadap hal- hal yang ada. Jangan memandang hanya dari satu sudut pandang. Tetapi, coba pandang dari semua sudut pandang. Semoga generasi muda di kuningan umumnya di Indonesia bisa menjadi generasi yang kreatif, sehat, berkarakter dan cerdas guna menyongsong bonus demografi yang sedang dan akan kita dapatkan,” pungkasnya.

 

 

(Sumber : Fordisba/PBSI/FKIP/Uniku-red)