Puluhan Mahasiswa dan Dosen Ikuti Kegiatan BNN Kabupaten Kuningan


Puluhan Mahasiswa dan Dosen Ikuti Kegiatan BNN Kabupaten Kuningan

UNIKU JAYA – Untuk meningkatkan perhatian pimpinan lembaga dan masyarakat kepada penggiat anti narkoba sebagai upaya untuk melakukan pemberdayaan anti narkoba secara mandiri di lingkungan kampus, Badan Narkotika Nasional Kabupaten Kuningan (BNNK) bekerjasama dengan Universitas Kuningan (Uniku) menyelenggarakan kegiatan “Assistensi Penguatan Pembangunan Berwawasan Anti Narkoba” bagi mahasiswa dan dosen di Lingkungan Universitas Kuningan (Uniku). Kegiatan “Assistensi Penguatan Pembangunan Berwawasan Anti Narkoba” tersebut, diselenggarakan di Ruang Kelas Lantai II Fakultas Hukum (FH) Gedung Rektorat Kampus I Uniku, Selasa (07/11/2017).

“Kegiatan “Assistensi Penguatan Pembangunan Berwawasan Anti Narkoba” yang diselenggarakan oleh BNN Kabupaten Kuningan bekerjasama dengan Uniku tersebut diikuti oleh 30 orang peserta, yang terdiri dari mahasiswa dan dosen,” kata Agus Mulya, M.Si., selaku Ketua Pelaksana kegiatan “Assistensi Penguatan Pembangunan Berwawasan Anti Narkoba” dalam laporannya.

Adapun tujuan diselenggarakannya kegiatan “Assistensi Penguatan Pembangunan Berwawasan Anti Narkoba” diantaranya terbangunnya komunikasi, jejaring kerja dan kepedulian stakeholder dan masyarakat terutama lingkungan perguruan tinggi untuk melakukan pemecahan masalah narkoba secara mandiri melalui SDM yang dibina, meningkatnya pengetahuan atau wawasan kemampuan dan kemauan atau kesadaran tentang pentingnya pemberdayaan anti narkoba di lingkungan masing-masing, meningkatnya perhatian pimpinan lembaga dan masyarakat untuk memberikan kesempatan kepada penggiat anti narkoba dalam upaya melakukan pemberdayaan anti narkoba secara mandiri dan berkelanjutan di lingkungan kampus.

“Dan terlaksananya implementasi penggiat anti narkoba di lingkungan kampus serta terbangunnya sinergi program P4GN, komitmen bersama antara BNN Kabupaten Kuningan dengan stakeholder,” jelasnya.

Sedangkan, Kepala Badan Narkotika Nasional Kabupaten Kuningan (BNNK) Edi Heryadi, M.Si., mengatakan, Indonesia saat ini tengah berada dalam status darurat narkoba. Kondisi ini berdasarkan pada berbagai data dan fakta permasalahan narkoba yang mengindikasi dalam situasi gawat, mengkhawatirkan dan perlu penanganan secara serius dan komprehensif dari seluruh komponen masyarakat, bangsa dan Negara.

“Berdasarkan hasil riset Puslitkes UI bekerjasama dengan BNN tahun 2016 diperoleh data bahwa prevalensi penyalahguna narkoba masih terus meningkat dimana pada tahun 2008 sebesar 1,99%, pada tahun 2016 meningkat menjadi 2,20% atau sekitar 4,8 juta jiwa. Bahkan, diproyeksikan pada tahun 2020 akan meningkat menjadi sekitar 6 juta jiwa,” tuturnya.

Untuk jumlah kerugian sosial ekonomi yang diakibatkan dari kejahatan narkoba diperkirakan mencapai 63 trilyun rupiah dan mengakibatkan sekitar 40-50 orang meninggal per-harinya. Kerusakan akibat kejahatan narkoba ini belum termasuk dampak jangka panjang yakni terjadinya generasi yang hilang dalam perjalanan bangsa Indonesia. Para sindikat kejahatan narkoba terus mengembangkan narkoba dalam beragam bentuk dan jenisnya, termasuk memodifikasi modus operandingnya. Mengingat hal itu, BNNK memandang perlunya mengajak semua stakeholder guna memberikan pemahaman secara menyeluruh kepada seluruh lapisan masyarakat baik itu instansi pemerintahan, lingkungan pendidikan, lingkungan masyarakat maupun dunia usaha yang diharapkan mampu mencegah penyalahgunaan dan peredaran gelap narkoba di lingkungan sekitarnya.

“Oleh sebab itu, BNN ingin menjalin kerjasama dengan berbagai pihak diantaranya dengan perguruan tinggi yang saat ini kami pandang perlu bekerjasama dengan Uniku. BNN berharap agar para peserta yang hadir dapat menghasilkan komitmen bersama dalam mewujudkan sinergitas program P4GN sesuai dengan kapasutasnya sebagai dosen dan mahasiswa di lingkungan Uniku,” harapnya.

Sementara itu, Rektor Universitas Kuningan (Uniku) yang diwakili oleh Dekan Fakultas Hukum (FH) Haris Budiman, SH., MH., dalam sambutannya, mengatakan, pihaknya sangat menyambut baik kegiatan yang diselenggarakan oleh BNN Kabupaten Kuningan, dengan menyelenggarakan kegiatan “Assistensi Penguatan Pembangunan Berwawasan Anti Narkoba” bagi dosen dan mahasiswa di kampus Uniku.

“Terimakasih atas kepercayaannya dari pihak BNN Kabupaten Kuningan kepada kami (Uniku) sehingga bisa bekerjasama menyelenggarakan kegiatan “Assistensi Penguatan Pembangunan Berwawasan Anti Narkoba” bagi dosen dan mahasiswa di kampus Uniku,” tuturnya.

Haris berharap, dengan diselenggarakannya kegiatan “Assistensi Penguatan Pembangunan Berwawasan Anti Narkoba” oleh BNN Kabupaten Kuningan di kampus Uniku, diharapkan dapat membuka wawasan kita semua (baik dosen maupun mahasiswa) sehingga lebih peduli dan mengambil peran sesuai dengan kemampuannya masing-masing dalam menciptakan lingkungan bersih dari narkoba.

“Semoga, para mahasiswa dan dosen Uniku, bisa mengambil peran sesuai dengan kemampuannya masing-masing dalam menciptakan lingkungan yang bebas dan bersih dari narkoba,” harapnya.

Hadir dalam acara tersebut, Dekan Fakultas Hukum (FH) Universitas Kuningan (Uniku) Haris Budiman, SH., MH., Kepala Badan Narkotika Nasional Kabupaten Kuningan (BNNK) Edi Heryadi, M.Si., Ketua Pelaksana Kegiatan “Assistensi Penguatan Pembangunan Berwawasan Anti Narkoba” Agus Mulya, M.Si., beserta jajaran panitia lainnya dari BNN Kabupaten Kuningan, Kabag Kemahasiswaan Iim Abdul Karim, SP., Perwakilan dosen dan mahasiswa yang ada di Lingkungan Universitas Kuningan (Uniku).