Prodi Matematika Gelar Seminar Nasional dan Call for Paper


Prodi Matematika Gelar Seminar Nasional dan Call for Paper

UNIKU JAYA – Program Studi (Prodi) Pendidikan Matematika Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Kuningan (Uniku) menggelar kegiatan seminar nasional dan call for paper dengan tema “Peran Pendidikan Matematika dalam Menghadapi Revolusi Industri 4.0” pada akhir pekan kemarin di Gedung Student Center Iman Hidayat Kampus I Universitas Kuningan (Uniku).

Seminar nasional dan call for paper yang diselenggarakan oleh Prodi Pendidikan Matematika FKIP Uniku itu, menghadirkan dua narasumber yang kompeten di bidangnya. Kedua narasumber itu adalah Dr. Agus Yodi Gunawan (Dosen Matematika Industri dan Keuangan ITB Bandung) dan Dr. Ariyadi Wijaya (Pakar Teknologi Pembelajaran UNY Yogyakarta).

Ketua Prodi Pendidikan Matematika FKIP Uniku Muhammad Riyadi, M.Si., saat dimintai keterangannya, Senin (03/12/2018), mengatakan, kegiatan seminar nasional dan call for paper yang diselenggarakan oleh Prodi Pendidikan Matematika FKIP Uniku dengan menghadirkan dua (2) narasumber yang kompeten di bidangnya itu, diikuti oleh 250 orang peserta pemakalah  dan non pemakalah dari berbagai instansi perguruan tinggi seperti STKIP Muhammadiyah, Unswagati, STMIK, Unwir, IAIN Syech Nurjati Cirebon, Unnes dan ITB.

“Alhamdulillah, seminar nasional dan call for paper yang menghadirkan dua (2) narasumber itu diikuti oleh 250 orang peserta pemakalah dan non pemakalah dari berbagai instansi perguruan tinggi seperti STKIP Muhammadiyah, Unswagati, STMIK, Unwir, IAIN Syech Nurjati Cirebon, Unnes dan ITB,” tuturnya.

Lebih jauh, sambung Ketua Prodi yang sedang menunggu asesor untuk melakukan visitasi re-akreditasi Prodinya itu, menjelaskan, bahwa untuk pembicara yang pertama, memaparkan tentang sekilas perkembangan revolusi industri dan karakteristik tiap generasinya, peran permodelan matematika serta beberapa contoh penerapan matematika dalam bidang pendidikan.

“Beliau juga menambahkan, bahwa kemampuan yang harus dimiliki dalam menghadapi revolusi industri 4.0 adalah kemampuan bahasa, kemampuan coding dan kemampuan menguasai mathematical tools seperti differential equation, numerical methods dan stochastics,” jelasnya.

Ditambahkannya, untuk pembicara yang kedua dalam kesempatan tersebut membahas computational thinking dalam pembelajaran abad 21.

“Beliau membahas bagaimana teknologi seperti software geogebra bahkan kalkulator, tidak hanya untuk menggambar dan menghitung saja, namun juga dapat mengkonstruk konsep dan berpikir kritis matematika,” tambahnya.

Diakhir keterangannya, Ustad Riyadi sapaan akrabnya, berharap, dari kegiatan seminar nasional ini, diharapkan dapat memberikan ilmu, wawasan, pengalaman dan keterbukaan pemikiran bagi para peserta terutama dalam penerapan matematika dan model pembelajaran di era revolusi industry 4.0.

“Semoga, dari kegiatan ini diharapkan dapat memberikan ilmu, wawasan, pengalaman dan keterbukaan pemikiran bagi para peserta terutama dalam penerapan matematika dan model pembelajaran di era revolusi industry 4.0,” harapnya. (Sep)