PKBH FH Uniku Berikan Penyuluhan Hukum di SMAN 1 Lebakwangi


PKBH FH Uniku Berikan Penyuluhan Hukum di SMAN 1 Lebakwangi

UNIKU JAYA - Puluhan siswa-siswi dari SMAN 1 Lebakwangi diberikan penyuluhan tentang Bijak dalam bertindak di Era Digital dengan pemateri dari Pusat Konsultasi dan Bantuan Hukum (PKBH) Fakultas Hukum Universitas Kuningan (Uniku), Jum’at (03/11/2017). Kegiatan yang digelar di aula sekolah setempat dihadiri H. Dodo Darum., S.Pd.,M.Si yang mewakili Kepala SMAN 1 Lebakwangi, beserta sejumlah guru, Ketua PKBH FH Uniku Suwari Akhmaddhian, SH, MH, dosen FH Gios Adhyaksa, SH, MH serta belasan mahasiswa semester 7 FH Uniku.

Dalam sambutannya, Bapak H. Dodo Darum., S.Pd.,M.Si menyambut baik penyuluhan hukum yang disampaikan FH Uniku kepada para siswanya itu. Menurutnya, pengetahuan sejak dini tentang hukum sejak dini, perlu diterapkan kepada para siswa-siswi sejak dini di tengah maraknya kasus hukum di Indonesia, yang banyak menyita perhatian masyarakat.

“Kami menyambut baik penyuluhan hukum yang diberikan Fakultas Hukum Uniku kepada siswa-siswi kami. Sepanjang 13 tahun ini, baru pertama kali ada penyuluhan hukum yang diberikan Perguruan Tinggi kepada sekolah ini. Kami merasa bangga, karena pengetahuan hukum itu sangatlah penting diberikan kepada siswa-siswi di tengah maraknya kasus hukum yang melanda Indonesia saat ini,” kata H Dodo Darum.

Sementara itu, dalam amanatnya, Dekan FH Uniku Haris Budiman, SH, MH., melalui Ketua PKBH FH Uniku Suwari Akhmaddhian, SH, MH., mengatakan pemahaman hukum tidak hanya cukup diberikan kepada para mahasiswa saja, melainkan sejak dini pengenalannya harus mengena juga kepada pelajar tingkat SMA sederajat. Terlebih saat ini banyak terjadi aksi kenakalan remaja, seperti narkoba dan perkelahian antar pelajar yang mau tidak mau harus berurusan dengan hukum. Penyuluhan hukum sudah dilakukan di berbagai tempat mulai dari desa dan lembaga pemasyarakatan di kabupaten kuningan sampai di desa di kecamatan majalengka. Saat ini dilakukan di SMA 1 Lebakwangi dan bulan lalu sudah dilakukan di MA Mursyidul Falah Cikubangsari

Suwari menambahkan, dari pihak mahasiswa pun diberikan kesempatan untuk menyampaikan materi hukum kepada siswa-siswi kelas XI dan XII SMAN 1 Lebakwangi, yang juga didalmnya terdapat pengurus OSIS.

Seperti yang disampaikan Gina Oktaria, ia memaparkan definisi hukum dan memberikan memotivasi agar para pelajar bergairah dengan pelajaran yang dijalani, serta juga pemahaman tentang hukum itu sendiri.

“Hukum selalu ada dalam setiap kehidupan manusia. Hukum itu sendiri adalah sistem pengaturan yang diambil dari kebiasaan yang terjadi di masyarakat. Bagi yang melanggar akan diberi sanksi. Sebagai generasi penerus bangsa, di tingkat pelajar SMA ini harus bisa dijadikan landasan penentuan masa depan, karena itu, sebagai siswa harus belajar dari orang-orang sukses yang selalu patuh dan taat pada hukum, materi penyuluhan yang disampaikan berkaitan dengan cara bijak kita dalam berinteraksi dalam dunia digital, apabila dahulu ada adegium mulutmu harimaumu maka diera digital ini sudah berubah menjadi jempolmu harimaumu, karena dalam era digital ini maka cukup dengan jempol konten sudah terkirim di dunia maya, dan apabila konten bertentangan dengan hukum maka sanksi pidana sudah menunggu  berdasarkan UU ITE Nomor 11/2008 Jo 19/2016,” kata Gina.

Adapun materi yang disampaikan oleh Gios Adhyaksa.,M.H Dosen FH UNIKU yaitu berkaitan dengan Tindak Pidana dan Bantuan Hukum, masyarakat berdasarkan Undang-undang Nomor 16 Tahun 2011 tentang Bantuan Hukum diberikan hak dalam pendampingan perkara baik secara litigasi maupun non litigasi, untuk posisi sebagai korban tindak pidana maupun tersangka didampingi secara cuma-cuma alias gratis. Semua warga negara mempunyai hak yang sama di depan hukum.

 

(Sumber : Fakultas Hukum/Uniku-red)