Mendongeng Untuk Negeri Dari Mahasiswa PBSI UNIKU


Mendongeng Untuk Negeri Dari Mahasiswa PBSI UNIKU

UNIKU JAYA - Mahasiswa semester II Program Studi (Prodi) Pendidikan Bahasa Dan Sastra Indonesia (PBSI) Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Kuningan (Uniku) telah berhasil menghibur serta menyampaikan hal edukatif melalui sebuah kegiatan di Bulan Ramadhan yaitu “Mendongeng Untuk Negeri”. Acara yang dilaksanakan di Desa Dukuh Dalem pada hari Senin 29 Mei 2017 kemarin itu, telah berhasil menyedot antusias anak- anak yang berada di sekitar Desa tersebut.

Terbukti dari anak- anak usia Taman Kanak-Kanak (TK) sampai dengan Sekolah Dasar (SD), berbondong- bondong hadir dan menikmati pertunjukan dongeng yang berlangsung. Acara yang digagas oleh mahasiswa Prodi Pendidikan Bahasa Dan Sastra Indonesia (PBSI) semester dua (2) Ini, disambut baik oleh Pemerintahan Desa dan warga setempat yang turut menyaksikan pertunjukan yang sedang berlangsung.

“Alhamdulillah, dengan adanya acara dari mahasiswa- mahasiswa jurusan Pendidikan Bahasa Dan Sastra Indonesia (PBSI) FKIP Uniku, bisa menghibur anak- anak di sekitar Desa Dukuh Dalem Ini. Jadi bagus gitu sore- sore anak- anak ngabuburit dengan menyaksikan pertunjukan mendongeng dari para mahasiswa. Apalagi banyak pesan yang edukatif yang disampaikan, jadi banyak pembelajaran juga untuk anak- anaknya, Daripada anak- anak main- main tidak jelaskan,” ujar Dina salah seorang warga Desa Dukuh Dalem saat dimintai keterangan oleh Fordisba usai acara kemarin.

Sementara Itu, Ketua Pelaksana Kegiatan Mendongeng Untuk Negeri Dulhalim, Selasa (30/05/2017), mengatakan, kegiatan ini bisa berjalan dengan lancar dan warga- warga disini khusunya anak- anak terlihat sangat antusias serta menyimak dengan baik dongeng yang disampaikan. Hal tersebut, terbukti dari anak- anak yang terlihat sangat antusias sehingga terlihat ikut masuk ke dalam dongengnya.

“Iya, kami harapkan dengan diadakannya acara ini, bisa menjadi sarana edukasi bagi anak- anak sambil mengisi waktu sore dan waktu ngabuburit. Berawal dari keprihatinan melihat anak- anak menonton tontonan yang tak seharusnya tidak menjadi konsumsi pada usianya, kami masuk dan berangkat dari sana ingin mengajak kepada anak- anak untuk mereka agar dapat semangat terus dalam belajar, semangat terus dalam meraih impian dan tidak menonton tontonan yang belum saatnya ditonton pada usianya. Semoga, apa yang sudah dilaksanakan bisa menjadi manfaat untuk kami khususnya dan umumnya untuk masyarakat. Karena menurut kami dalam berkarya kita juga harus mementingkan asas kebermanfaatan untuk masyarakat secara nyata.”

 

 

(Sumber : Fordisba/PBSI/FKIP/Uniku-red)